Julian, Aku Lupa Membunuh Cinta

serpih
matahariku berserak di cadas-cadas

di
lumpur, di sengau riak matamu

sayap-sayap
mengepak di rekah wangi bebunga

melindap
di rintih jingga

bunuhlah
cinta agar bisa kaukubur sendu bumi

katamu
masai

rasa
sakit menyepuh di genggaman tangan

kutanam
akar-akar di bingkai langit

sulur
pepohon tak halangi rintik hujan

berjatuh
di kepala luka yang matahari

akhirnya

sembunyi
pisau di balik jubah gelisah

hampir
saja kubunuh cinta

tetapi,
aku lupa

semerbak
kedukaan menyeruak di landai kematian

kalung
melati menjuntai di sepanjang pekuburan

menghias
nisan-nisan

di
redup mata yang tertidur

lelapku
dalam buih gelombang

tetapi,
selamanya ‘kan kubawa abadi badai

ke
ranah mimpi

25 Juli
2007

Leave a Reply